Menu

Title

Subtitle

Belajar Melakukan Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola

November 30, 2016
Ketika menonton perbandingan sepakbola di layar paras kita acap disajikan kelakuan tebak skor yang dikerjakan para empu. Walau merampok, saya tidak percaya tumbuk skor adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau setimpal untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu bukan perlu dianggap serius karena tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Bertentangan dengan menebak siapa menjimbit yang bakal menang -- atau jika pertandingan hendak berakhir secara seri. Memenggal seperti itu reguler saja dikerjakan, walau saat akhirnya bola itu bundar sehingga pemenang pun acap kali melenceng diprediksi. Mengapa? Karena ada tata caranya. Prediksi Bola Liga Italia Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini abdi akan danai beberapa trik membuat prediksi yang tertentu. Bukan berguna saya tetap benar di memprediksi sebuah pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) abdi memiliki rekor kebenaran antisipasi yang semua tinggi: sama 3 daripada 4 prediksi saya cocok kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, abdi memprediksi hendak terjadi All German pucuk di Persatuan Champions. Pada final, dikategorikan di depan ribuan warga Surabaya yang tumpah sebuah daftar nonton membarengkan, saya memprediksi Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kelebihan. Sebelum tersebut saya juga meyakini jika Atletico Madrid akan menjuarai Copa Del Rey. Final, saya memperkirakan Belanda bakal mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah; dugaan bisa betul bisa khilaf, tapi yang penting sebuah prediksi mutlak harus mempunyai dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang betul maka segmen keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak sanggup diprediksi berdasar pada 100%, lagi pula prediksi menyerempet skor selesai. Akan tetapi, presentase kemungkinan kejituan prediksi meningkat tajam.

Aku ajak Dikau untuk mengkritik beberapa perkiraan terakhir beta guna menjabarkan beberapa kepercayaan penting yang saya yakin akan bernilai bagi Kamu saat mencoba memprediksi pertandingan.

Di antara perkiraan yang hamba sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar tiang Atletico]. Walaupun demikian siap logika dalam belakang perkiraan tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh kian berkualitas. Media masa mewartakan ketidakrukunan tokoh Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media asing saya memperoleh kabar bahwa Ronaldo & Mourinho pula tidak damai (berita menyerempet hal berikut baru tampak di Indonesia beberapa saat lalu). Sebagai pelatih beta paham sahih arti kekompakan tim di dalam dan pada luar vak dan dampaknya bagi prestasi tim. Hal ini ditambah faktor Falcao yang sedang on fire, yang memproduksi saya degil memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana di tim, terutama saat satu turnamen berjalan di mana pemain kudu terus simpatik tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip dugaan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat pertandingan cup, kemonceran striker demikian menentukan. Ketika pertandingan perhubungan kualitas zaman panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen menjimbit lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menentukan, walau kurnia keseluruhan menjulang juga mesti dipertimbangkan.

Tatkala memprediksi kelebihan Belanda 3-0 atas Indonesia saya menentang hati nurani. Secara subjektif aku membela Indonesia tentunya. Tapi, saat mengenakan kacamata dinamakan objektivitas, kalian semua tetap setuju kalau Belanda tersendiri di kepada Indonesia. Dan kemudian mengapa tidak memprediksi skor akhir yang lebih mendorong? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat sedangkan Indonesia akan bermain padat gairah, oleh karena itu akan mampu mereduksi perselisihan kualitas. Menjadi, skor tipis atau luas bisa selalu diprediksi secara sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips bayangan 3: Hindari membela sebuah tim ketika membuat bayangan. Kita larat selalu berharap tim kesayangan kita unggul, tapi ketika membuat antisipasi tentu logika harus diutamakan di kepada fanatisme kukuh.

Saya tersenyum saat mengatakan di 1 buah media tanda tentang persamaan-persamaan final Liga Champions tahun ini dengan tahun 1997 saat Dortmund menjadi sarjana terakhir kali. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi kemajuan Dortmund berdasarkan fakta-fakta tersebut. Mereka lupa bahwa fakta-fakta tersebut mempesona dan betul2 benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah kelurusan hati dengan keaslian yang lain ialah salah satu contoh dari sekian banyak orang fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan pantas menjadi ruang membuat sebuah prediksi pertandingan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern pula dimunculkan muncul bertahun-tahun ke belakang. Karena ilmu sejarah statistik Dortmund memang impresif saat menggulung Bayern, penuh yang kemudian menilai BVB akan mampu mengalahkan Bayern di final Eropa. Hal ini menyimpangan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik awal musim pula biar tidak siap dengan sama sekali menjadi tonggak. Perkembangan kedua tim sejak pertemuan final perlu dipertimbangkan.

Tips antisipasi 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan renggangan kedua menjimbit yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim dengan keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini selalu.

Karena prediksi saya acap saya munculkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak memeras saya memprediksi berbagai pertandingan lainnya. Rutin saya abaikan atau hamba tolak beserta alasan redup paham menyerempet kekuatan ke-2 tim. Alasan saya tersebut senafas beserta tips prediksi berikut.


Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat perkiraan tanpa dilatar belakangi laporan dan pengetahuan yang baik mengenai tim atau perhubungan tersebut. Lamun bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari membuat prediksi tentang MU vs Chelsea. Kalian mustahil sebagai pakar tentang semua persatuan yang terselip. Akui pula.

Tips prediksi 7: Kita juga bukan seharusnya menenung setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan benar sulit diprediksi. Analisa Dikau deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua kru menurut Engkau 50-50. Jika sudah begitu tahan diri, hindari mendesak diri memproduksi prediksi. Beserta demikian prosentase kejituan antisipasi anda hendak meningkat.

Tetap banyak saran lainnya yang bisa & patut dipakai dalam memproduksi sebuah prediksi yang berkelas. Karena keterbatasan tempat abdi berhenti datang di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh realitas prediksi ini. Sebuah prediksi yang berkelas, baik sahih maupun melenceng, seharusnya dinilai dari reason atau kualitas analisa yang ada pada belakangnya.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.